Melayani dengan (C'TAAR) : Cepat , Transfaran,Akurat,Aksesnya mudah dan Relepan,

Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan di Tempat Kerja:

Langkah Nyata Mewujudkan Lingkungan Kerja Aman dan Setara

Pendahuluan

Kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan bersama. Banyak kasus yang tidak terungkap karena korban merasa takut melapor, khawatir akan stigma, atau tidak memahami mekanisme pengaduan yang tersedia.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Tempat Kerja pada 24 September 2025, bertempat di Aula Mess Pemda Kabupaten Bengkayang.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja, mulai dari kekerasan fisik, verbal, psikologis, hingga kekerasan seksual dan diskriminasi berbasis gender. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang dampak kekerasan terhadap individu maupun organisasi, serta pentingnya menciptakan mekanisme pelaporan yang aman dan berpihak pada korban.

Pentingnya Pelatihan

Selain aspek pencegahan, pelatihan ini menekankan pentingnya penanganan kasus yang berperspektif korban, dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, empati, dan keadilan. Lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan diyakini akan meningkatkan produktivitas, kesehatan mental pekerja, serta menciptakan iklim kerja yang harmonis.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam mendukung perlindungan hak-hak perempuan dan mewujudkan tempat kerja yang ramah, setara, dan bermartabat.

Melindungi perempuan dari kekerasan di tempat kerja bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan dan keadilan sosial.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi pelopor pencegahan kekerasan serta berkontribusi aktif dalam membangun budaya kerja yang menghormati martabat setiap individu.