Melayani dengan (C'TAAR) : Cepat , Transfaran,Akurat,Aksesnya mudah dan Relepan,
Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak di Desa Sekaruh
Materi Komprehensif dari Narasumber Berkompeten
Desa Sekaruh, Bengkayang – Komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak terus digaungkan, termasuk di pelosok desa. Pada hari Selasa, 4 November 2025, Desa Sekaruh, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, telah sukses menyelenggarakan “Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Terhadap Perempuan dan Anak”. Bertempat di Aula Kantor Desa Sekaruh, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan aparat desa dalam menghadapi kekerasan.
Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh 55 peserta, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai elemen masyarakat dan perangkat desa. Kehadiran para peserta ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama yang ahli di bidangnya: Ibu Wenica, S.E., dan Ibu Ita Andriyati, S.Si., Apt. M.M. Materi yang disampaikan sangat komprehensif dan relevan dengan kebutuhan penanganan kasus di lapangan:
Pencegahan Kekerasan oleh Ibu Wenica, S.E.: Materi ini menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendeteksi dini tanda-tanda kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ditekankan pula pentingnya kerja sama antara tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, dan lembaga perlindungan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Ibu Wenica juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan kekerasan serta berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Membangun Sistem Penanganan Kasus oleh Ibu Ita Andriyati, S.Si., Apt. M.M.: Materi ini berfokus pada mekanisme pelaporan kasus, pendampingan korban secara psikologis, hukum, dan sosial, serta upaya pemulihan. Pentingnya menjaga kerahasiaan korban juga menjadi poin utama. Ibu Ita menjelaskan bahwa penanganan kasus memerlukan serangkaian tindakan yang sistematis untuk membantu korban kekerasan memperoleh perlindungan, pemulihan, serta keadilan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari sistem perlindungan perempuan dan anak di wilayah masing-masing.




Diskusi Aktif dan Harapan ke Depan
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, di mana peserta menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait kasus kekerasan di desa masing-masing. Ini menunjukkan adanya kebutuhan nyata akan pemahaman dan keterampilan praktis. Narasumber memberikan penjelasan mendalam tentang mekanisme pelaporan, langkah-langkah pendampingan bagi korban, dan pentingnya koordinasi dengan lembaga terkait seperti kepolisian, dinas sosial, dan layanan kesehatan.
Pelatihan ini bukan hanya sekadar penyampaian materi, melainkan pembentukan dan penguatan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Forum Anak Desa. Ini akan menjadi wadah berkelanjutan untuk edukasi dan advokasi.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan Desa Sekaruh memiliki masyarakat dan perangkat desa yang lebih siap dan cakap dalam mencegah, mendeteksi, serta menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu diterapkan secara cepat, tepat, dan berkeadilan, demi mewujudkan Desa Sekaruh yang aman dan ramah bagi seluruh warganya.


